MATERI 8 "MERANCANG DAN MENGELOLA PRODUK"

NAMA                          : ERNEISHA ADIESTI SEPTANAYA 

NIM                              : 222010200166 

DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E, M.M. 

PRODI                          : MANAJEMEN 

FAKULTAS                  : BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO


Diferensiasi produk adalah strategi kunci untuk menciptakan nilai unik di mata pelanggan dan menghindari persaingan harga semata. Diferensiasi dapat dilakukan melalui berbagai dimensi: dimulai dengan fungsionalitas inti yang memberikan manfaat dasar, lalu ditambah dengan fitur tambahan, kualitas kerja (seberapa baik karakteristik utama berfungsi), dan kualitas kesesuaian (konsistensi antar unit). Aspek lain yang dapat dibedakan mencakup daya tahan (masa pakai), keandalan (probabilitas bebas kerusakan), gaya (tampilan dan nuansa), serta bentuk dan kostumisasi (penyesuaian untuk kebutuhan spesifik). Desain memegang peran sentral sebagai cara berpikir yang mengintegrasikan semua aspek ini untuk menciptakan pengalaman produk yang memuaskan sekaligus mudah diproduksi dan didistribusikan.

Merancang dan Mengelola Produk: Portofolio dan Lini Produk

Perusahaan mengelola beragam penawarannya melalui Portofolio Produk, yang lebarnya ditentukan oleh jumlah lini produk berbeda, kedalamannya oleh jumlah varian dalam setiap lini, dan panjangnya oleh total item. Lini Produk adalah sekelompok produk terkait yang dijual bersama, sering dikembangkan dari platform dasar untuk efisiensi. Untuk mengelola lini, perusahaan dapat melakukan peregangan (ke pasar atas, bawah, atau dua arah) atau pengisian lini dengan menambah varian baru, dengan hati-hati menghindari kanibalisasi antar produk sendiri. Analisis portofolio juga melibatkan menilai konsistensi hubungan antar lini produk dan menggunakan peta produk untuk memahami posisi relatif terhadap pesaing.

Merancang dan Mengelola Produk: Kemasan, Pelabelan, Jaminan

Kemasan adalah alat pemasaran multifungsi yang melindungi produk, memudahkan penggunaan, dan mengkomunikasikan nilai merek. Faktor seperti layanan mandiri dan citra perusahaan mendorong penggunaan kemasan sebagai pembeda. Elemen kemasan (seperti warna dan desain) harus selaras dengan strategi pemasaran lainnya. Pelabelan berfungsi untuk mengidentifikasi produk, menilai kualitas, memberikan instruksi, serta mempromosikan melalui grafis. Sementara itu, Jaminan dan Garansi merupakan komitmen legal penjual atas kinerja produk, yang berfungsi sebagai sinyal kualitas, mengurangi risiko yang dirasakan pembeli, dan membangun kepercayaan, terutama untuk merek baru.

Mengelola Harga dan Penjualan Promosi: Memahami dan Menetapkan Harga

Harga lebih dari sekadar angka; ia memiliki komponen psikologis yang kuat. Psikologi Konsumen melibatkan harga referensi (patokan internal konsumen), penetapan harga citra (harga sebagai indikator kualitas), dan isyarat harga (seperti angka 9,999). Proses menetapkan harga dimulai dengan menentukan tujuan, seperti memaksimalkan keuntungan (market skimming), meraih pangsa pasar (penetrasi), atau kepemimpinan kualitas. Selanjutnya, perusahaan menganalisis permintaan (melalui kurva dan elastisitas), memperkirakan biaya (tetap, variabel, total, rata-rata), dan menganalisis harga pesaing untuk menentukan kisaran yang kompetitif.

Mengelola Harga dan Penjualan Promosi: Memilih Metode dan Strategi

Setelah menganalisis faktor-faktor kunci, perusahaan memilih metode penetapan harga. Metode umum meliputi mark-up (menambah persentase ke biaya), target return (berdasarkan tingkat pengembalian yang diinginkan), bernilai ekonomi bagi pelanggan (berdasarkan persepsi nilai), dan kompetitif (mengikuti harga pasar). Untuk situasi khusus, digunakan metode seperti lelang (Inggris, Belanda, tertutup). Strategi harga lanjutan mencakup diskriminasi harga (harga berbeda untuk segmen, bentuk, lokasi, atau waktu yang berbeda) dan penetapan harga bauran produk (seperti loss leader, harga bundling, atau harga fitur opsional) untuk produk yang saling terkait.

Mengelola Harga dan Penjualan Promosi: Perubahan Harga dan Insentif

Perusahaan harus siap memulai dan menanggapi perubahan harga. Pemotongan harga dapat dipicu kelebihan kapasitas atau tekanan persaingan, sementara kenaikan harga seringkali karena inflasi biaya. Menanggapi perubahan harga pesaing memerlukan analisis cepat terhadap pasar dan strategi. Insentif adalah alat promosi penjualan jangka pendek untuk merangsang pembelian. Keputusan utama meliputi menetapkan tujuan (untuk konsumen, perdagangan, atau tenaga penjual), memilih jenis insentif (seperti kupon, diskon, barang gratis), menentukan ukuran dan pendekatan yang bermakna bagi target, serta mempertimbangkan efektivitas biaya, dengan tren mengarah pada kupon digital yang dipersonalisasi.

Merancang dan Mengelola Saluran Distribusi

Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling bergantung dalam menyediakan produk untuk dikonsumsi. Anggota saluran menjalankan fungsi penting seperti pengumpulan informasi, komunikasi persuasif, negosiasi, pemesanan, pendanaan, penanggung risiko, kepemilikan fisik, pembayaran, dan pemindahan kepemilikan. Perusahaan dapat mengadopsi distribusi multisaluran (menggunakan dua saluran atau lebih) untuk menjangkau segmen berbeda secara lebih efisien. Keputusan manajemen saluran meliputi menetapkan tujuan (yang bervariasi berdasarkan karakteristik produk seperti ukuran, standarisasi, atau kebutuhan layanan), mengidentifikasi alternatif (seperti distribusi intensif, selektif, atau eksklusif), memilih, memotivasi, dan mengevaluasi anggota saluran, serta mengelola hubungan dan konflik di dalamnya.

Mengelola Anggota Saluran: Pemilihan, Motivasi, dan Evaluasi

Memilih Anggota Saluran melibatkan evaluasi karakteristik perantara seperti pengalaman, lini produk, kekuatan finansial, dan reputasi. Sistem khusus seperti waralaba menawarkan model yang terstandarisasi dengan pembayaran royalty. Memotivasi Anggota dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bentuk kekuatan saluran: koersif, penghargaan, hukum, ahli, dan referensi. Untuk membangun kemitraan jangka panjang, perusahaan dapat mengembangkan sistem pemasaran vertikal (korporat, dikelola, kontraktual) atau horizontal, yang lebih terintegrasi dibanding saluran konvensional. Mengevaluasi Anggota dilakukan secara berkala berdasarkan standar kinerja seperti pencapaian kuota penjualan dan kerja sama; evaluasi ini menjadi dasar untuk memberikan dukungan, motivasi, atau, dalam kasus kinerja buruk yang terus-menerus, penghentian kerja sama.

Mengelola Konflik dan Logistik Saluran

Konflik Saluran adalah hal yang wajar dan dikelola melalui mekanisme seperti penetapan sasaran superordinat bersama, pertukaran karyawan, atau mediasi. Konflik dibedakan menjadi horizontal (antar anggota tingkat sama), vertikal (antar tingkat saluran berbeda), dan multisaluran (antar saluran berbeda yang menjual ke pasar sama). Di sisi lain, Mengelola Logistik Pasar bertujuan menyeimbangkan dua tujuan yang sering bertolak belakang: memaksimalkan layanan pelanggan dan meminimalkan biaya keseluruhan sistem. Untuk mencapainya, perusahaan membuat empat keputusan utama logistik: pemrosesan pesanan (efisiensi sistem), pengelolaan persediaan (menyeimbangkan stok dan biaya), pengaturan pergudangan, dan pemilihan moda transportasi yang optimal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI 14 "SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL"

MATERI 11 "PEMASARAN DIGITAL"

MATERI 10 "PEMASARAN RELASIONAL"