MATERI 3 "MENGANALISIS PASAR KONSUMEN DAN PASAR BISNIS"
NAMA : ERNEISHA ADIESTI SEPTANAYA
NIM : 222010200166
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E, M.M.
PRODI : MANAJEMEN
FAKULTAS : BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Model Perilaku Pembeli adalah sebuah kerangka yang menggambarkan bagaimana berbagai faktor dan proses membentuk keputusan konsumen. Model ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dihasilkan dari interaksi antara rangsangan pemasaran (dari bauran pemasaran perusahaan) dan rangsangan lain (dari lingkungan eksternal), yang kemudian diproses oleh konsumen berdasarkan karakteristik pembeli yang unik. Karakteristik pembeli ini selanjutnya memengaruhi proses pengambilan keputusan internal mereka, yang pada akhirnya menghasilkan keputusan pembeli tertentu, seperti pilihan produk, merek, dan waktu pembelian.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama yang membentuk karakteristik dan kecenderungan seorang pembeli. Faktor budaya merupakan penentu paling dasar, meliputi budaya luas, sub-budaya (seperti agama atau kelompok etnis), dan kelas sosial yang memengaruhi nilai dan preferensi. Faktor sosial mencakup pengaruh kelompok acuan (seperti teman dan pemimpin opini), keluarga, serta peran dan status sosial individu di masyarakat. Faktor pribadi terdiri dari usia, tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian seseorang. Faktor psikologis berhubungan dengan proses mental internal, yaitu motivasi yang mendorong tindakan, persepsi dalam memproses informasi, pembelajaran dari pengalaman, serta keyakinan dan sikap yang telah terbentuk.
Proses Keputusan Pembelian merujuk pada tahapan logis yang dilalui konsumen sebelum, selama, dan setelah membeli. Model klasik membagi proses ini menjadi lima tahap. Tahap pertama adalah Pengenalan Masalah, di mana konsumen menyadari adanya kebutuhan atau keinginan. Selanjutnya adalah Pencarian Informasi, yaitu upaya aktif atau pasif untuk mencari tahu tentang produk yang dapat memenuhi kebutuhan. Setelah informasi terkumpul, konsumen masuk ke tahap Evaluasi Alternatif, yaitu membandingkan berbagai pilihan berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan evaluasi tersebut, konsumen mengambil Keputusan Pembelian. Tahap akhir adalah Perilaku Pascapembelian, di mana konsumen mengevaluasi kepuasan dan dapat mengalami ketidaksesuaian harapan (disonansi kognitif), yang akan memengaruhi keputusan pembelian di masa depan.
Perilaku Pembelian Berdasarkan Keterlibatan dan Perbedaan Merek mengelompokkan konsumen ke dalam empat tipe berdasarkan tingkat keterlibatan mereka dalam pembelian dan persepsi mereka terhadap perbedaan antar merek. Perilaku Pembelian Kompleks terjadi ketika konsumen sangat terlibat dan melihat perbedaan merek yang signifikan, seperti saat membeli mobil atau rumah, sehingga mereka melalui proses evaluasi yang mendalam. Perilaku Pembelian yang Mengurangi Ketidaknyamanan terjadi pada pembelian dengan keterlibatan tinggi tetapi perbedaan merek yang kecil, seperti membeli karpet; di sini konsumen cepat memutuskan tetapi kemudian mencari konfirmasi bahwa pilihannya tepat. Perilaku Pembelian yang Mencari Variasi ditandai dengan keterlibatan rendah namun persepsi perbedaan merek yang besar, seperti dalam pembelian camilan; konsumen sering berganti merek hanya untuk mencari variasi. Perilaku Pembelian Rutin terjadi pada situasi keterlibatan rendah dan perbedaan merek yang kecil, seperti membeli garam; konsumen membeli berdasarkan kebiasaan tanpa pertimbangan yang signifikan.
Menganalisis Pasar Bisnis
Definisi dan Karakteristik Pasar Bisnis menjelaskan perbedaannya dengan pasar konsumen. Pasar Bisnis (Business Market) terdiri dari semua organisasi yang membeli barang dan jasa untuk digunakan dalam memproduksi produk lain, untuk dijual kembali, atau untuk menjalankan operasional organisasi. Pembelian organisasi ini merupakan proses pengambilan keputusan formal. Karakteristik utamanya sangat berbeda dengan pasar konsumen, antara lain: jumlah pembeli yang lebih sedikit tetapi volume pembelian yang jauh lebih besar, terjalinnya hubungan erat antara pemasok dan pelanggan karena pentingnya pasokan, pembelian yang dilakukan secara profesional oleh pihak yang ditugaskan, serta pengaruh banyak pihak (multiple influences) dalam keputusan pembelian. Ciri khas lainnya meliputi permintaan turunan yang berasal dari permintaan konsumen akhir, permintaan yang inelastis terhadap perubahan harga dalam jangka pendek, permintaan yang berfluktuasi lebih tajam, dan kecenderungan untuk melakukan pembelian langsung dari produsen tanpa perantara.
Situasi dan Proses Pembelian dalam Pasar Bisnis menguraikan kompleksitas yang dihadapi organisasi. Situasi Pembelian diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Pembelian Kembali Langsung adalah pembelian rutin dengan sedikit modifikasi, seperti memesan ulang persediaan kantor. Pembelian Kembali Modifikasi terjadi ketika pembeli ingin mengubah spesifikasi, harga, atau syarat lain dari pembelian sebelumnya. Tugas Baru adalah situasi paling kompleks di mana organisasi membeli produk atau jasa untuk pertama kalinya, membutuhkan penelitian mendalam dan melibatkan banyak pihak. Proses Pembelian/Pengadaan organisasi umumnya melalui tahapan yang sistematis: dimulai dari Pengenalan Masalah internal atau eksternal, kemudian Deskripsi Kebutuhan Umum dan Spesifikasi Produ, dilanjutkan dengan Pencarian Pemasok (sering melalui e-procurement, pasar vertikal, atau lelang), Pengumpulan dan Evaluasi Proposal, Pemilihan Pemasok, Penegosiasian dan Pemberian Pesanan, serta diakhiri dengan Tinjauan Kinerja terhadap pemasok yang dipilih untuk memutuskan kelanjutan hubungan.
Mengelola Hubungan Pelanggan Bisnis-ke-Bisnis adalah aspek kritis untuk kesuksesan jangka panjang. Dalam pasar bisnis, hubungan antara pembeli dan penjual berkembang melampaui transaksi sederhana. Membangun Kepercayaan dan Kredibilitas Perusahaan menjadi fondasinya, yang dibentuk melalui keahlian, keandalan, dan sifat dapat dipercaya perusahaan. Kedekatan hubungan ini sebagian didorong oleh praktik seperti manajemen rantai pasokan terintegrasi dan keterlibatan pemasok sejak awal dalam pengembangan produk. Riset menunjukkan bahwa sifat hubungan ini dapat digolongkan ke dalam delapan kategori, mulai dari Pembelian Dasar yang sederhana hingga hubungan Kolaboratif yang sangat erat dan adaptif. Namun, hubungan yang erat juga membawa Risiko dan Oportunisme, terutama terkait investasi khusus yang ditujukan untuk mitra tertentu. Oleh karena itu, koordinasi yang baik diperlukan untuk memaksimalkan nilai bersama sekaligus mengelola risiko ketergantungan.
Pasar Lembaga dan Pemerintah merupakan segmen khusus dalam pasar bisnis. Pasar Lembaga terdiri dari organisasi seperti sekolah, rumah sakit, dan penjara, yang bertujuan untuk menyediakan layanan kepada anggota mereka dan sering kali beroperasi dengan anggaran yang terbatas. Pasar Pemerintah adalah pembeli barang dan jasa yang sangat besar. Proses pengadaannya sangat terstruktur dan formal, biasanya mengharuskan pemasok untuk mengajukan penawaran tertulis (proposal), dan kontrak sering kali diberikan kepada penawar dengan harga terendah yang memenuhi semua persyaratan spesifikasi yang ditetapkan. Proses ini dirancang untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan penggunaan dana publik yang efisien.
Komentar
Posting Komentar