MATERI 13 "KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI"
NAMA : ERNEISHA ADIESTI SEPTANAYA
NIM : 222010200166
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E, M.M.
PRODI : MANAJEMEN
FAKULTAS : BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Pengertian Komunikasi Pemasaran Terpadu
Mengintegrasikan dan mengoordinasikan berbagai saluran komunikasi perusahaan secara cermat untuk menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan menarik tentang organisasi dan produk-produknya.
Para pemasar telah menyempurnakan seni pemasaran massal: menjual produk yang sangat terstandarisasi kepada banyak pelanggan. Dalam prosesnya, mereka mengembangkan teknik komunikasi media massa yang efektif untuk mendukung strategi ini. Perusahaan-perusahaan besar kini secara rutin menginvestasikan jutaan atau bahkan miliaran dolar dalam iklan televisi, majalah, atau media massa lainnya, menjangkau puluhan juta pelanggan dengan satu iklan. Namun, saat ini, para manajer pemasaran menghadapi beberapa realitas komunikasi pemasaran yang baru.
Model Komunikasi Pemasaran Baru
Tren pemasaran sedang berubah: Seiring dengan fragmentasi pasar massal, para pemasar beralih dari pemasaran massal. Semakin banyak, mereka mengembangkan program pemasaran terfokus yang dirancang untuk melibatkan pelanggan dan membangun hubungan pelanggan di pasar mikro yang lebih spesifik.
Faktor utama yang mengubah wajah komunikasi pemasaran: Konsumen dengan segala sesuatunya yang berubah. Di era digital dan nirkabel ini, konsumen lebih terinformasi dan lebih berdaya dalam berkomunikasi. Alih-alih bergantung pada informasi yang disediakan pemasar, mereka dapat menggunakan internet, media sosial, dan teknologi lainnya untuk menemukan informasi sendiri.
Kebutuhan akan Komunikasi Pemasaran Terpadu
Pergeseran menuju perpaduan media dan pendekatan konten yang lebih kaya menimbulkan masalah bagi para pemasar. Konsumen saat ini dibombardir oleh pesan merek dari berbagai sumber, namun sering kali perusahaan gagal mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi mereka. Iklan media massa mengatakan satu hal, sedangkan situs internet perusahaan, email, halaman media sosial, atau video YouTube mengatakan hal yang berbeda. Masalahnya adalah konten pemasaran sering kali berasal dari berbagai bagian perusahaan.
Mengembangkan Komunikasi Pemasaran yang Efektif
Komunikasi pemasaran terintegrasi melibatkan identifikasi target audiens dan pembentukan program promosi yang terkoordinasi dengan baik untuk mendapatkan respons audiens yang diinginkan. Sering kali komunikasi berfokus pada kesadaran langsung atau citra, tetapi pendekatan ini terlalu picik. Agar pesan efektif, proses pengkodean pengirim harus selaras dengan proses dekode penerima. Pesan terbaik terdiri dari kata-kata dan simbol yang familiar bagi penerima. Semakin banyak tumpang tindih bidang pengalaman pengirim, semakin baik pesan tersebut.
Langkah-langkah dalam Mengembangkan Komunikasi Pemasaran Efektif:
Mengidentifikasi Target Audiens: Dimulai dengan target audiens yang jelas. Audiens dapat berupa pengguna saat ini, calon pembeli, pengambil keputusan, atau pemengaruh. Audiens dapat berupa individu, kelompok, publik khusus, atau masyarakat umum.
Menentukan Tujuan Komunikasi: Pemasar harus menentukan respons yang diinginkan. Meski mencari respons pembelian, proses ini bisa memakan waktu panjang. Komunikator perlu mengetahui posisi audiens saat ini dan ke tahap mana mereka perlu digerakkan.
Merancang Sebuah Pesan: Mengembangkan pesan efektif yang idealnya menggunakan kerangka kerja Model AIDA (Perhatian/Attention, Minat/Interest, Keinginan/Desire, Tindakan/Action).
Saluran dan Media Komunikasi
Saluran Komunikasi Pribadi: Komunikasi dua orang atau lebih (tatap muka, telepon, surat, email, teks, atau obrolan internet). Efektif karena memungkinkan penyampaian dan umpan balik secara personal. Contohnya tenaga penjualan perusahaan atau saluran yang tidak dikendalikan langsung oleh perusahaan.
Saluran Komunikasi Nonpersonal: Media yang menyampaikan pesan tanpa kontak pribadi atau umpan balik.
Media Utama: Media cetak, siaran, tampilan, dan media daring (email, situs web, seluler, media sosial).
Atmosfer: Lingkungan yang dirancang untuk memperkuat kecenderungan pembeli terhadap produk.
Peristiwa: Kejadian yang dirancang untuk mengomunikasikan pesan kepada audiens.
Dampak pesan bergantung pada bagaimana audiens memandang komunikator. Pesan dari sumber yang kredibel atau populer lebih persuasif. Contoh: Perusahaan makanan mempromosikan produk kepada tenaga kesehatan agar mereka merekomendasikannya kepada pasien.
Menentukan Anggaran dan Bauran Promosi
Ada empat metode umum untuk menetapkan total anggaran periklanan
Metode Terjangkau: Menetapkan anggaran pada tingkat yang mampu ditanggung perusahaan (sering digunakan bisnis kecil).
Metode Persentase Penjualan: Berdasarkan persentase tertentu dari penjualan saat ini atau perkiraan, atau persentase harga jual per unit.
Metode Kesetaraan Kompetitif: Menyesuaikan anggaran dengan pengeluaran pesaing berdasarkan rata-rata industri.
Metode Tujuan dan Tugas: Berdasarkan apa yang ingin dicapai melalui (1) definisi tujuan spesifik, (2) penentuan tugas, dan (3) perkiraan biaya tugas tersebut.
Karakteristik Alat dalam Bauran Pemasaran
Periklanan: Sangat ekspresif, memungkinkan penggunaan visual, cetak, suara secara artistik.
Promosi Penjualan: Menarik perhatian, melibatkan konsumen, dan menawarkan insentif kuat untuk membeli.
Hubungan Masyarakat: Menjangkau pelanggan yang menghindari iklan; pesan sampai sebagai "berita dan acara".
Penjualan Pribadi: Memungkinkan interaksi personal untuk mengamati kebutuhan dan melakukan penyesuaian cepat.
- Pemasaran Langsung dan Digital: Bersifat instan dan personal; pesan disiapkan cepat (real-time) dan disesuaikan untuk individu.
Strategi Bauran Pemasaran
Strategi Dorong (Push Strategy): "Mendorong" produk melalui saluran pemasaran. Produsen mengarahkan aktivitas (penjualan pribadi, promosi dagang) kepada anggota saluran agar mereka menjual ke konsumen akhir.
Strategi Tarik (Pull Strategy): Produsen mengarahkan aktivitas (iklan, promosi konsumen, media digital) kepada konsumen akhir agar mereka terdorong membeli produk.
Komunikasi Pemasaran yang Bertanggung Jawab Secara Sosial
Perusahaan harus menyadari masalah hukum dan etika dalam komunikasi pemasaran. Meski pemasar berupaya jujur dan terbuka , penyalahgunaan tetap dapat terjadi sehingga pembuat kebijakan mengembangkan undang-undang dan peraturan untuk mengaturnya.
Komentar
Posting Komentar