MATERI 12 "PERENCANAAN PRODUK BARU"

NAMA                          : ERNEISHA ADIESTI SEPTANAYA 

NIM                              : 222010200166 

DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E, M.M. 

PRODI                          : MANAJEMEN 

FAKULTAS                  : BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

1. Pentingnya Produk Baru

Produk baru memiliki peran strategis bagi perusahaan karena digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis, meningkatkan pendapatan dan laba, serta menggantikan produk lama yang sudah usang atau menurun permintaannya. Tanpa pengembangan produk baru, perusahaan berisiko kehilangan daya saing akibat perubahan selera konsumen, teknologi, dan persaingan pasar.

2. Kategori Produk Baru

Terdapat enam kategori produk baru, yaitu:

  1. Produk baru di dunia (inovasi diskontinu)
    Produk yang benar-benar baru dan menciptakan pasar baru, seperti teknologi yang belum pernah ada sebelumnya.

  2. Lini produk baru
    Produk baru bagi perusahaan, tetapi sudah ada di pasar, sehingga perusahaan masuk ke pasar yang telah ada.

  3. Penambahan pada lini produk yang ada
    Produk yang melengkapi produk sebelumnya, misalnya varian ukuran, warna, atau rasa.

  4. Peningkatan atau revisi produk yang sudah ada
    Produk lama yang diperbaiki atau disempurnakan agar lebih baik.

  5. Produk yang diposisikan ulang
    Produk lama yang ditargetkan ke segmen pasar baru atau diberi citra baru.

  6. Produk dengan harga lebih rendah
    Produk dengan fungsi serupa pesaing tetapi dijual dengan harga lebih murah.

3. Pengenalan Produk Baru

Pengenalan produk baru merupakan tahap awal saat produk diperkenalkan ke pasar. Pada tahap ini perusahaan menghadapi risiko kegagalan yang tinggi, karena pasar masih mengenal produk, distribusi masih terbatas, dan biaya promosi relatif besar untuk membangun kesadaran konsumen.

4. Proses Pengembangan Produk Baru (Prinsip Umum)

Perusahaan yang sukses dalam pengembangan produk baru umumnya:

  • Berkomitmen jangka panjang terhadap inovasi

  • Memiliki strategi produk baru yang jelas

  • Memanfaatkan pengalaman untuk keunggulan kompetitif

  • Didukung manajemen puncak dan struktur organisasi yang kondusif

Lingkungan organisasi sangat memengaruhi keberhasilan inovasi produk.

5. Tahapan Proses Pengembangan Produk Baru

Proses pengembangan produk baru terdiri dari 7 tahap utama:

1) Strategi Produk Baru

Menentukan arah pengembangan produk, jenis produk yang akan dikembangkan, serta pasar yang akan dilayani agar sesuai dengan tujuan perusahaan.

2) Penciptaan Ide

Ide produk berasal dari berbagai sumber seperti pelanggan, karyawan, distributor, pesaing, riset pasar, dan R&D.

3) Penyaringan Ide

Tahap seleksi untuk mengeliminasi ide yang tidak sesuai dengan strategi perusahaan atau tidak layak secara teknis maupun pasar.

4) Analisis Bisnis

Menganalisis potensi penjualan, biaya, dan laba untuk memastikan produk layak secara finansial.

5) Pengembangan

Produk mulai dirancang secara nyata, termasuk penentuan merek, kemasan, harga, distribusi, dan strategi promosi awal.

6) Uji Coba Pemasaran

Produk diuji di pasar terbatas untuk mengetahui respons konsumen sebelum diluncurkan secara luas.

7) Komersialisasi

Tahap peluncuran penuh ke pasar yang mencakup produksi massal, distribusi, pelatihan tenaga penjual, dan promosi besar-besaran.

6. Mengapa Beberapa Produk Berhasil dan Lainnya Gagal

Produk gagal umumnya disebabkan oleh:

  • Ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan konsumen

  • Riset pasar yang kurang tepat

  • Harga tidak sesuai

  • Distribusi terbatas

  • Promosi yang lemah

Sebaliknya, produk berhasil jika mampu memberikan manfaat nyata, sesuai kebutuhan pasar, dan memiliki keunggulan dibanding produk pesaing.

7. Isu Global dalam Pengembangan Produk Baru

Globalisasi membuat perusahaan harus mempertimbangkan pasar internasional sejak awal pengembangan produk. Banyak perusahaan multinasional mengembangkan produk yang dapat diterima secara global dengan menyesuaikan regulasi di pasar utama dan pasar lokal.

8. Penyebaran Produk Baru (Difusi Inovasi)

Difusi adalah proses penyebaran adopsi produk baru di masyarakat. Konsumen dibagi menjadi lima kategori pengadopsi:

  1. Inovator (2,5%) – Pengguna pertama

  2. Pengadopsi awal (13,5%) – Pemimpin opini

  3. Mayoritas awal (34%) – Konsumen rasional

  4. Mayoritas akhir (34%) – Mengikuti tren

  5. Kelompok tertinggal (16%) – Paling lambat mengadopsi

9. Karakteristik Produk dan Tingkat Adopsi

Lima karakteristik yang memengaruhi cepat atau lambatnya adopsi produk:

  • Keunggulan relatif: seberapa unggul dibanding produk lama

  • Kompatibilitas: kesesuaian dengan nilai dan kebutuhan konsumen

  • Kompleksitas: tingkat kemudahan penggunaan

  • Kemudahan uji coba: dapat dicoba dalam skala kecil

  • Observabilitas: manfaat mudah diamati orang lain

10. Implikasi Pemasaran dari Proses Adopsi

Proses adopsi dipengaruhi oleh:

  • Word of mouth antar konsumen, termasuk media sosial

  • Komunikasi pemasaran langsung, di mana pesan harus disesuaikan dengan karakter masing-masing kelompok pengadopsi

11. Siklus Hidup Produk

Siklus hidup produk menggambarkan perjalanan produk dari awal hingga akhir, terdiri dari:

  1. Tahap Pengenalan – Penjualan rendah, risiko tinggi

  2. Tahap Pertumbuhan – Penjualan dan laba meningkat

  3. Tahap Kematangan – Pasar jenuh, persaingan ketat

  4. Tahap Penurunan – Penjualan menurun akibat perubahan selera atau produk pengganti.

12. Siklus Hidup Produk : Style, Fashion, dan Tren
  • Style: Bertahan lama dan muncul kembali

  • Fashion: Populer dalam periode tertentu lalu menurun

  • Tren: Naik cepat dan turun drastis dalam waktu singkat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI 14 "SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL"

MATERI 11 "PEMASARAN DIGITAL"

MATERI 10 "PEMASARAN RELASIONAL"